Make your own free website on Tripod.com
MULAILAH DENGAN PERKARA YANG KECIL
(Mat 25: 14-30)

    Memahami Kerajaan Sorga memang tidak semudah melihat telenovela Rosalinda. Orang berfikir muluk untuk mengerti Kerajaan Sorga ini. Tidak saja jaman sekarang, tetapi murid-murid Yesus pun terus bertanya, sampai Yesus harus memberikan beberapa perumpamaan.
    Kisah tentang seorang kaya versus hamba-hamba yang disuruh menyimpan uang oleh tuannya yang pergi luar negeri, telah mengingatkan saya tentang penulis terkenal Mark Twain, sekitar tahun seribu delapan ratusan dengan bukunya yang paling diminati anak-anak dan juga orang tua (the Adventures of Tom Sawyer and Huckleberry Finn). Buku yang menceriterakan kehidupan anak yang sepertinya nakal, tetapi penuh kecerdikan, kemandirian, solidaritas dan justru bersahabat dengan para budak, telah memberikan kontribusi pada gerakan pengentasan kemiskinan, penindasan dan perbudakan pada masa itu. Anugerah dari Tuhan berupa kemampuan yang membawa keselamatan dan menuju ke keadaan yang lebih baik.
    Mark Twain yang diingat, dihormati dan disegani orang (dia pernah mengur Benyamin Disraeli, Perdana Menteri Inggris 1880-1887), adalah si hamba yang diberi lima talenta telah menjadi sepuluh talenta, dan dia diajak majikannya untuk ikut dalam pesta kerajaan surga yang diadakan sekembalinya dari luar negeri.
    Setia dalam perkara kecil, dengan menulis ceritera telah membuahkan tanggung jawab yang besar, dalam gerakan solidaritas, perjuangan perbudakan, yang di jaman sekarang ini identik dengan penindasan. Sebagai anak-anak Allah sebenarnya kita bisa mengerjakan hal-hal yang tidak terlalu sulit menuju ke kerajaan surga, kalau saja kita mau memulai perkara kecil dan siap untuk menerima tanggung jawab yang besar, sebagai harta duniawi yang laksana modal yang harus dikelola bagi kristus.

Pewarta: ISW